Perselisihan yang terjadi antara TNI dan Polri yang berujung pembakaran Mapolres Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan, membuat prihatin sebagian anggota polisi dan TNI. Di Solo, kedua perwakilan aparat keamanan itu menggelar aksi damai untuk menunjukkan kekompakan di antara mereka.
Aksi yang dimulai usai salat Jumat ini, cukup unik. Dilakukan oleh seorang anggota Detasemen Polisi Militer IV/4 Solo, Kopral Kepala Partika Subagyo Lelono (51). Subagyo dan beberapa anggota TNI lainnya, melakukan aksi menggendong polisi di halaman Mapolres Surakarta, Jumat (8/3).
Pantauan merdeka.com, aksi gendong dilakukan secara bergantian antara TNI dan Polri. Dengan seragam kebesaran masing-masing mereka menunjukkan aksi tersebut kepada masyarakat, terutama yang melintas di Jalan Adi Sucipto, atau depan Mapolres Surakarta.
"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa antara TNI dan Polri bisa saling hidup rukun dan bekerjasama. Konflik yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu hanya permasalahan kecil, yang tak boleh ditiru," ujar Subagyo kepada wartawan.
Aksi yang dimulai usai salat Jumat ini, cukup unik. Dilakukan oleh seorang anggota Detasemen Polisi Militer IV/4 Solo, Kopral Kepala Partika Subagyo Lelono (51). Subagyo dan beberapa anggota TNI lainnya, melakukan aksi menggendong polisi di halaman Mapolres Surakarta, Jumat (8/3).
Pantauan merdeka.com, aksi gendong dilakukan secara bergantian antara TNI dan Polri. Dengan seragam kebesaran masing-masing mereka menunjukkan aksi tersebut kepada masyarakat, terutama yang melintas di Jalan Adi Sucipto, atau depan Mapolres Surakarta.
"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa antara TNI dan Polri bisa saling hidup rukun dan bekerjasama. Konflik yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu hanya permasalahan kecil, yang tak boleh ditiru," ujar Subagyo kepada wartawan.
Menurut Subagyo, apa yang terjadi di OKU tak akan pernah terjadi di Solo. Kota Solo yang dinilainya lebih berbudaya sangat berpengaruh terhadap kerukunan bangsa.
"Solo tidak akan terjadi kasus kekerasan, apalagi sesama aparat. Saya juga mengimbau para pimpinan TNI-Polri agar bertindak tegas, menghukum pihak-pihak yang dinyatakan bersalah. Harus diusut tuntas," tegas Subagyo.
Dalam aksi tersebut, Subagyo mengenakan ikat kepala dan seragam Polisi Militer. Beberapa tentara juga membawa poster bertuliskan "Rukun Agawe Sentosa, Kerah Marai Bubrah, Aparat Rukun Rakyat Makmur, Aparat tidak Akur Negara Hancur."






0 komentar:
Posting Komentar